Pernahkah kamu jatuh hati pada sebuah tempat, yang sebenarnya kalau dipikir-pikir, di kota itu justru tersimpan kenangan yang menyedihkan? Namun, dibalik sesuatu yang menyedihkan itu, ada berapa banyak kenangan yang membahagiakan?
Sadari, nyatanya kebahagiaan itu justru jauh lebih banyak dan meninggalkan kesan yang tak terlupakan, bukan?
Bagaimana dengan sedihnya? Tentu tak bisa hilang, tak akan bisa dihapus dari memori. Tapi satu-satunya hal yang bisa kulakukan adalah, berdamai dengan kesedihan itu.
Februari 2023
Jatimalang
Kali ini mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke tempat rekreasi sejuta umat. Yak! Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Hanya dengan Rp4.000 (dewasa) dan Rp3.000 (anak), kita sudah bisa menikmati pemandangan-pemandangan hijau dan menengok para bestie margasatwa.
Silakan datang ke Ragunan setiap Selasa - Minggu (pastinya kalau weekend lebih ramai dibandingkan weekdays ya).
Tapi jangan datang di hari Senin, karena Senin adalah hari libur satwa di Ragunan. Gak cuma kita, mereka juga butuh libur guys. Cuma memang beda sama kita yang menganggap kalau hari Senin adalah beban manusia. But they love monday! Para satwa happy di hari Senin karena bisa healing seharian setelah 6 hari lainnya menghibur para umat manusia 😝
The end of my journey in Ragunan.
Habis ini ke mana lagi ya?
- Agustus 2022
When we lose someone we love, life must go on, and we must continue our lives.
So after Bapak, Mama, and Mba Iya passed away, we decided to donate half of the kinds of stuff in our home.
Honestly, my big brother, Mas Adhit, is easily triggered by loss. He said, We have to revamp our home; just give our home a new atmosphere.
However, we learned a lot from that loss when someone told us that grief can be a long and challenging journey.
We have to keep their love, values, and legacy alive.
Edisi melanglang buana kota Jakarta (bagian 1).
Bapak, Mama, Mba Iya, aku izin pamit pulang ke Jakarta ya. Ada banyak hal yang harus aku selesaikan di sana. Aku harus kembali melanjutkan hidup, menata hidup kami (aku dan mas Adhit) kembali -- dari awal.
Semoga kami masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk meneruskan kebaikan-kebaikan kalian agar menjadi pahala jariyah di alam sana.
Beberapa bulan di Purworejo membuat aku rindu akan rumah. Tapi kota ini juga rumah buat aku, buat kita semua. Rumah tempat kalian berpulang.
Aku bakal sering-sering balik ke sini untuk menengok kalian. Aku yakin dan percaya, alasan Allah menyatukan kalian di kota ini supaya aku tetap terus bisa kembali ke kota ini, bersilaturahmi ke keluarga mbah akung/mbah uti di Purworejo, terlebih ziarah ke tempat peristirahatan terakhir kalian semua di sini.
Semoga Allah SWT menjaga Bapak, Mama dan Mba Iya di alam kubur. Dan kelak Allah SWT pertemukan kita kembali di surganya kelak💖