Kenapa judulnya pada bagian pepes diberi tanda kurung? Ya, karena resep ini sedikit spesial (gagal). Dibilang pepes tapi bentuknya bukan pepes. Tapi bahan-bahannya semua adalah bahan-bahan membuat pepes👀
Bahan-bahan
- 500 gr paha ayam boneless
- Secukupnya daun pisang
- 1 pcs jeruk nipis/lemon
- 8 butir bawang putih
- 8 butir bawah merah
- 8 pcs cabai merah
- 5 pcs cabai rawit merah
- 5 pcs kemiri
- 1/4 sdt bubuk kunyit
- 1/4 sdt penyedap rasa
- 1/4 sdt garam
- 1 pcs laos
- 4 batang serai
- 4 pcs daun salam
- 1 ikat atau sekitar 100gr daun kemangi, sesuai selera, tapi di sini kunci nikmatnya.
- 1 pcs tomat
- Secukupnya daun bawang
Cara membuat
- Pertama-tama marinasi dulu daging ayam dengan perasan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis selama 20-30 menit.
- Haluskan bumbu-bumbu menjadi satu (bawang merah, bawang putih, kemiri, garam, kunyit, penyedap rasa hingga cabai-cabaian). Sisakan beberapa biji cabai rawit merah utuh untuk dimasukkan ke dalam pepesan nantinya.
- Lalu tumis bumbu halus sampai harum dengan api sedang. Jangan pakai api besar ya karena bakal cepat gosong.
- Geprek laos, serai dan masukan ke dalam tumisan, tambahkan juga daun salam.
- Jika bumbu-bumbu sudah semakin harum dan berubah warna jadi agak gelap matikan api. Lalu masukkan ayam, daun kemangi dan daun bawang sambil diaduk-aduk.
- Jika semua sudah tercampur merata, siapkan lembaran daun pisang dan bungkus daging ayam berbentuk pepesan yang ditambahkan potongan tomat serta cabai rawit merah.
![]() |
Hehe.. ternyata susah bungkusnya😑 |
![]() |
Gak tau ah susah bungkusnya *mode bang mursid alias nyerah* |
![]() |
Udah begini sajalah, gak bisa saya bungkusnya😤 |
- Oke gapapa kita skip saja drama bungkus-membungkusnya. Daun pisang tetap bisa saya gunakan dengan cara dihamparkan sebagai alas dan di atas untuk menutupi seluruh panci kukusan seperti di gambar. Selanjutnya kukus daging ayam selama 40-45 menit.
![]() |
Agar uap air tidak menetes, tutup panci diberi kain. |
![]() |
Baru - baru ini, abang saya satu-satunya, Mas Adhit, berulang tahun yang ke 35. Sebagai adik, saya sih gak ngasih apa-apa wkwk. Entah ini dibilang rezeki atau bukan, tapi ternyata dia mendapat "suatu hadiah" yang gak diduga-duga. Siapa sangka, beliau malah diutus jadi ketua RT secara aklamasi (terpilih karena udah gak ada pilihan lain lagi)😁
Lelaki (menuju) paruh baya ini berkelahi dengan aspirasi akamsi
Kalau untuk resep originalnya, Creamy Fettucine Carbonara sebetulnya kombinasi pasta dengan telur, bacon dan bawang putih. Pasta fettucini carbonara yang saya santap waktu itu pastinya halal ya, non pork, jadi untuk dagingnya diganti dengan potongan smoked beef. Rasa creamy-nya begitu kental dan saya merasa cukup yakin resep orisinilnya memang seperti ini. Meski rasanya masih agak asing, tapi masih tetap bisa disantap (kalau disuruh repeat order, maaf gak dulu😂).
Sebab, kalau dibandingkan dengan sajian pasta lainnya yang masih sering saya santap, ya.. tidak jauh-jauh dari Spaghetti Bolognaise. Kombinasi rasa saus tomat bolognaise masih terasa enak menurut lidah saya.
Bahan-bahan
- 150 gr pasta fettucine (untuk 1 porsi)
- 500ml air untuk merebus pasta
- 2 sdm olive oil/minyak goreng
- 2pcs bawang putih
- 1/2pcs bawang bombay
- 100 ml susu UHT full cream (boleh juga menggunakan cream)
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt lada
- 1 slice smoked beef
- 1 sdt keju parmesan
- 1 sdt keju cheddar
- 1/2 sdt Parsley (harusnya Oregano, tapi adanya ini😏)
Cara membuat
- Rebus air sampai mendidih, tambahkan sedikit garam dan minyak untuk merebus pasta agar tidak lengket.
- Rebus pasta selama 5-10 menit, jangan sampai terlalu matang/lembek karena nanti akan dimasak kembali bersama saus pasta. Jika sudah makan, tiriskan.
- Iris halus bawang putih, bawang bombay dan tumis sampai harum menggunakan olive oil.
- Masukkan smoked beef untuk ditumis bersama bawang.
- Masukkan susu UHT ke dalam tumisan. Jika ingin tekstur creamy yang lebih kental bisa tambahkan 1 sdt tepung maizena untuk menambah kekentalan.
- Jika sudah mendidih dan air sudah sedikit menyusut, masukkan semua pasta.
- Taburkan secukupnya keju parmesan, cheddar dan parsley. Jika ingin agak pedas bisa tambahkan lada dan garam (opsional).
Masih dalam rangka World Bicycle Day yang diperingati tanggal 3 Juni setiap tahunnya. Saya si FOMO pesepeda turut bersemangat merayakan ini 😁
Dilansir dari WHO, bersepeda menjadi salah satu tools olahraga sekaligus alat transportasi yang simple, terjangkau dan ramah lingkungan. Ditetapkannya World Bicycle Day juga menjadi wujud advokasi agar mendorong para pemangku kepentingan untuk mendukung penggunaan sepeda hingga penyediaan sarana, yang nantinya akan berdampak pada pembangunan berkelanjutan, memperkuat pendidikan jasmani dan tentunya manfaat pada kesehatan.Saya pun mutualan dengan beberapa orang di Strava yang rata-rata usianya itu mungkin seusia Bapak/Ibu pensiunan😁. Tapi yang bikin salut, mereka masih tetap semangat dan terus update aktivitas gowes mereka yang hampir dilakukan setiap hari.
-
Menulis dan berbagi, agar tak tergerus akal imitasi
-
Pembelajar seumur hidup

ldhena
AuthorTULISAN LDHENA

Menulis bersama LDHENA
Terfavorit
-
Beberapa kali menonton karya Yandy Laurens, rasanya gak pernah mengecewakan. Mulai dari web series Sore, film Keluarga Cemara sampai Jatuh C...
-
Baru saja menyelesaikan satu film original Netflix berjudul A Normal Woman. Film bergenre drama dan psychological thriller ini dibintangi ...
-
Terima kasih Linda sudah bertahan hingga penghujung akhir 2024. Tahun yang begitu banyak kejutan di dalamnya. Rezeki berupa nikmat sehat dan...
-
Dalam rangka malas jajan-jajan di luar untuk menu berbuka, kali ini saya coba recook resep bubur sumsum yang dulu suka dibuat oleh Almh. Mam...
-
Sambut tahun baru dengan resolusi-resolusi yang (mungkin) banyak belum tercapai di tahun lalu. Gak papa. Kita coba lagi dari awal. Sudah bis...
PORTOFOLIO LDHENA
BLOGGER PEREMPUAN NETWORK
